AWAS TERKECOH AYAM BANGKAI
Banyak
ibu rumah tangga yang merasa cemas dengan banyaknya ayam bangkai beredar
dipasaran. Harganya relatif lebih murah dibandingkan dengan ayam potong. Ayam
bangkai umumnya berasal dari ayam mati lemas selama pengangkutan atau mati
karena sakit.
Proses
kematian ayam potong berjalan cepat, karena segera mati setelah disembelih.
Pada kematian cepat itu kandungan glokogen cadangan energi didalam tubuh ayam,
masih terdapat dalam jumlah cukup besar. Glikogen diperlukan untuk menghasilakan
asam laktat dalam daging, sehingga memungkinkan dicapai kondisi keasaman
tertentu. Pada kondisi itu, terjadilah reaksi biokimiawi untuk menghasilkan
aroma, warna, dan tekstur yang baik. Kondisi ini juga sekaligus memperlambat
proses pembusukan.
Sedangkan
pada ayam bangkai, proses kematiannya berangsur-angsur, lambat dan melelahkan,
sehingga menghabiskan cadangan energi. Karena
ketiadaan glikogen, ayam bangkai lebih cepat membusuk dibandingkan dengan ayam segar yang dipotong.
Pada
ayam sehat yang dipotong, sebagian besar darahnya dapat dikeluarkan dari tubuh.
Sebaliknya, darah ayam bangkai sama sekali tidak dapat keluar dari tubuhnya.
Ini menimbulkan bau anyir, penampilan kurang menarik, serta busuk. Yang lebih
membahayakan, dalam darah terbawa berbagai macam senyawa hasil buangan tubuh,
obat-obat, dan racun yang termakan ayam. Tidak ketinggalan tentu saja berbagai
bibit penyakit, antara lain brucellosis,
listeriosis, tuberkulosis, infeksi usus, dan sebagainya.
Sayangnya,
tidak semua orang mudah mengenali ayam bangkai, karena para pedagang telah
pandai memolesnya menggunakan kunyit,
sehingga pembeli mengira ayam potong. Beberapa ciri ayam bangkai diantara lain
:
·
Adanya lendir kental dibagian dalam
rongga badannya.
·
Terdapat gumpalan darah, adanya pembengkakan,
warna kebiruan pada daging dan kulitnya, warna pucatndan daging kurus abnormal.
·
Kurang enak baunya. Pada ayam potong
segar terdapat aroma khas.
Apabila anda sulit
membedakannya, lebih baik membeli ayam potong ditempat-tempat penjualan yang telah
terpercaya, daripada harus menanggung resiko mengomsumsi ayam bangkai.(intisari)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar