Minggu, 14 Desember 2014

AWAS TERKECOH AYAM BANGKAI


AWAS TERKECOH AYAM BANGKAI

Banyak ibu rumah tangga yang merasa cemas dengan banyaknya ayam bangkai beredar dipasaran. Harganya relatif lebih murah dibandingkan dengan ayam potong. Ayam bangkai umumnya berasal dari ayam mati lemas selama pengangkutan atau mati karena sakit.
Proses kematian ayam potong berjalan cepat, karena segera mati setelah disembelih. Pada kematian cepat itu kandungan glokogen cadangan energi didalam tubuh ayam, masih terdapat dalam jumlah cukup besar. Glikogen diperlukan untuk menghasilakan asam laktat dalam daging, sehingga memungkinkan dicapai kondisi keasaman tertentu. Pada kondisi itu, terjadilah reaksi biokimiawi untuk menghasilkan aroma, warna, dan tekstur yang baik. Kondisi ini juga sekaligus memperlambat proses pembusukan.
Sedangkan pada ayam bangkai, proses kematiannya berangsur-angsur, lambat dan melelahkan, sehingga menghabiskan cadangan energi. Karena  ketiadaan glikogen, ayam bangkai lebih cepat membusuk  dibandingkan dengan ayam segar yang dipotong.
Pada ayam sehat yang dipotong, sebagian besar darahnya dapat dikeluarkan dari tubuh. Sebaliknya, darah ayam bangkai sama sekali tidak dapat keluar dari tubuhnya. Ini menimbulkan bau anyir, penampilan kurang menarik, serta busuk. Yang lebih membahayakan, dalam darah terbawa berbagai macam senyawa hasil buangan tubuh, obat-obat, dan racun yang termakan ayam. Tidak ketinggalan tentu saja berbagai bibit penyakit, antara lain brucellosis, listeriosis, tuberkulosis, infeksi usus, dan sebagainya.
Sayangnya, tidak semua orang mudah mengenali ayam bangkai, karena para pedagang telah pandai memolesnya  menggunakan kunyit, sehingga pembeli mengira ayam potong. Beberapa ciri ayam bangkai diantara lain :
·         Adanya lendir kental dibagian dalam rongga badannya.
·         Terdapat gumpalan darah, adanya pembengkakan, warna kebiruan pada daging dan kulitnya, warna pucatndan daging kurus abnormal.
·         Kurang enak baunya. Pada ayam potong segar terdapat aroma khas.
Apabila anda sulit membedakannya, lebih baik membeli ayam potong ditempat-tempat penjualan yang telah terpercaya, daripada harus menanggung resiko mengomsumsi ayam bangkai.(intisari)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar