Berdasarkan hasil survey organisasi PBB untuk Pendidikan,Ilmu Pengetahuan,dan Kebudayaan (UNESCO)bangsa Indonesia mempunyai minat baca paling rendah di negara ASEAN,sedangkan untuk tingkat dunia,dari 39 negara Indonesia menduduki peringkat ke 38.
Hal tersebut sesuai dengan survei yang dilakukan BPS tentang minat baca masyarakat Indonesia.Pada survei 2006-2012 tren baca publik mengalami penurunan yang signifikan.Pada tahun 2006 surat kabar 19,98% kemudian 2009 turun 16,26% dan 2012 menjadi 15,06%,

.Untuk majalah/tabloid 2006 11,26%,2009 7,45%,20012 6,92%.
Peminat buku cerita cenderung stabil,2006 6,46%,2009 4,58%,2012 5,01%.Untuk buku pelajaran sekolah terjadi peningkatan pada tahun 2006 18,27%,2006 19,13%,2012 20,48% .Untuk buku pengetahuan 2006 13,21%,2009 12,7%,2012 14,8%.
Teknologi digital yang semakin canggih dengan semakin murah dan mudahnya akses internet di Indonesia mungkin juga berpengaruh pada minat baca pada buku manual.Bacaan digital semakin diminati masyarakat karena lebih simpel.Keadaan ini di bantu dengan murahya harga smartphone di pasaran.
Berkaitan dengan fenomena diatas,seharusnya orang tua ikut berperan aktif dalam menumbuhkan cinta baca pada anak.Dengan membaca hal-hal positif diharapkan anak akan tumbuh menjadi pribadi yang berwawasan luas dan bijaksana.Berilah anak-anak bacaan yang berbobot yang sesuai umurnya,dan apabila anak diberi fasilitas gadget kontrollah apa yang sering dia baca.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar