Seseorang
ibu seakan tidak percaya bahwa anak balitanya dinyatakan menderita keracunan
makanan oleh dokter. “Mana mungkin ia keracunan makanan, Dok. Anak saya tidak
pernah jajan. Ia hanya makan makanan dari rumah,” sergahnya.
Sang
ibu mungkin lupa, penyebab keracunan
makanan tidak Cuma berasal dari makanan yang dijajankan di sembarang
tempat. Juga bisa dari dapur. Peralatan dapur serta kebersihan diri pengolah
merupakan faktor penting.
Warung-warung
kecil dipinggir jalan juga tidak selalu menjadi sumber keracunan makanan. Kerap
kali kita dengar berita tentang kasus keracunan yang menimpa pekerja pabrik
setelah mengomsumsi makanan katering. Atau, sejumlah orang menderita keracunan
setelah makanan hidangan pesta.
Mikroba,
termasuk bakteri yang bukan hanya terdapat di udara, air, dan tanah, melainkan
juga pada usus dan saluran napas hewan, bahkan rambut kita, kerap kali menjadi
penyebab keracunan makanan. Bakteri dapat sampai ke makanan karena kebersihan
diri, peralatan masak atau makan, serta cara penanganan makanan kurang memenuhi
syarat kesehatan. Bakteri tumbuh dan berkembang dalam makanan dan mengeluarkan
racun.
Penggunaan
talenan yang kurang tepat merupakan contoh penyebab keracunan makanan dari
dapur. Umumnya, landasan mengiris bahan makanan ini digunakan untuk bahan
makanan mentah maupun makanan matang. Ini dapat mengakibatkan pencemaran
silang, yaitu pencemaran bakteri dari bahan makanan mentah ke matang, dan
sebaliknya. Untuk menghindari, talenan sebaiknya dicuci dengan air panas dan
sabun, terutama setelah digunakan untuk mengiris daging mentah. Yang terbaik
tentu menggunakan dua talenan yang terpisah.
Mengolah,
menyimpan, menyajikan makanan, atau memegang makanan setelah menyentuh
binatang, mengganti popok si kecil, atau sehabis buang air tanpa mencuci tangan bersih-bersih
menggunakan sabun, dapat juga mengundang bahaya keracunan makanan.
Lemari
pendingin atau kulkas tidak jarang pula merupakan potensi sumber pencemaran.
Anggapan lemari pendingin mampu mematikan
bakteri, sama sekali tidak benar. Peralatan ini hanya berfungsi menghambat
perkembangbiakan bakteri. Jika makanan dikeluarkan dari lemari pendingin dan
tidak segera diolah, bakteri akan cepat berkembangbiak dan menimbulkan bahaya
keracunan.
Untuk
mencegah pencemaran silang, makanan mentah sebaiknya tidak diletakkan
berdampingan dengan makanan mentah. Usahakan meletakkan makanan matang dirak
paling atas. Jangan membiarkan tetesan air atau makanan menjatuhi makanan
dibawahnya. Ceceran makanan pada rak mampu dinding lemari pendingin, bisa
merupakan sumber pencemaran. Karenanya, lemari pendingin harus dibersihkan
beberapa hari sekali jika tampak kotor.
Makanan
yang disajikan dalam kondisi dingin, seyogianya disajikan dalam tertutup
maksudnya, agar tidak dihingapi lalat, yang mungkin meninggalkan kuman penyakit
dari kaki atau sayapnya yang tertinggal pada makanan itu.
Pencemaran
bahan kimia pun merupakan sumber keracunan makanan, misalnya pestisida. Ini
dapat terjadi pada bahan makanan mentah yang memang disajikan dalam keadaan
mentah, misalnya buah dan sayuran untuk lalapan. Kadang pula pencemaran terjadi
pada makanan siap saji.
Untuk mencegah bahaya
pencemaran oleh bakteri, telur cacing, bahkan pestisida, bahan makanan mentah
yang hendak dikonsumsi tanpa dimasak lebih dulu, hendaklah dicuci bersih dengan
air mengalir. Lebih-lebih kini ada kebiasaan salah pada sebagian petani
sayuran, yang sengaja menyemprotkan pestisida pada sayuran siap
panen atau bahkan menjelang didistribusi agar tidak cepat membusuk.
Gejala
keracunan makanan di antaranya, pusing kepala, mual sampai muntah-muntah,
diare. Pada sebagian kasus, terutama karena infeksi bakteri Salmonella typhi atau Escherichia coli, disertai dengan demam.
Gejala keracunan bisa pula muncul akibat racun yang dikeluarkan bakteri Clostridium
botulinum, Pseudomonas cocovenenans,
atau Staphylococcus.
Dengan
mewaspadai dapur dan peralatan yang digunakan untuk mengolah, menyimpan, dan
menyajikan makanan, gejala keracunan makanan bisa dicegah. Artinya, kita
terhindar dari keracunan yang berasal dari rumah tangga kita sendiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar