Minggu, 14 Desember 2014

MENGHINDARI KERACUNAN MAKANAN


Seseorang ibu seakan tidak percaya bahwa anak balitanya dinyatakan menderita keracunan makanan oleh dokter. “Mana mungkin ia keracunan makanan, Dok. Anak saya tidak pernah jajan. Ia hanya makan makanan dari rumah,” sergahnya.

Sang ibu mungkin lupa, penyebab keracunan  makanan tidak Cuma berasal dari makanan yang dijajankan di sembarang tempat. Juga bisa dari dapur. Peralatan dapur serta kebersihan diri pengolah merupakan faktor penting.

Warung-warung kecil dipinggir jalan juga tidak selalu menjadi sumber keracunan makanan. Kerap kali kita dengar berita tentang kasus keracunan yang menimpa pekerja pabrik setelah mengomsumsi makanan katering. Atau, sejumlah orang menderita keracunan setelah makanan hidangan pesta.

Mikroba, termasuk bakteri yang bukan hanya terdapat di udara, air, dan tanah, melainkan juga pada usus dan saluran napas hewan, bahkan rambut kita, kerap kali menjadi penyebab keracunan makanan. Bakteri dapat sampai ke makanan karena kebersihan diri, peralatan masak atau makan, serta cara penanganan makanan kurang memenuhi syarat kesehatan. Bakteri tumbuh dan berkembang dalam makanan dan mengeluarkan racun.

Penggunaan talenan yang kurang tepat merupakan contoh penyebab keracunan makanan dari dapur. Umumnya, landasan mengiris bahan makanan ini digunakan untuk bahan makanan mentah maupun makanan matang. Ini dapat mengakibatkan pencemaran silang, yaitu pencemaran bakteri dari bahan makanan mentah ke matang, dan sebaliknya. Untuk menghindari, talenan sebaiknya dicuci dengan air panas dan sabun, terutama setelah digunakan untuk mengiris daging mentah. Yang terbaik tentu menggunakan dua talenan yang terpisah.

Mengolah, menyimpan, menyajikan makanan, atau memegang makanan setelah menyentuh binatang, mengganti popok si kecil, atau sehabis  buang air tanpa mencuci tangan bersih-bersih menggunakan sabun, dapat juga mengundang bahaya keracunan makanan.

Lemari pendingin atau kulkas tidak jarang pula merupakan potensi sumber pencemaran. Anggapan lemari pendingin  mampu mematikan bakteri, sama sekali tidak benar. Peralatan ini hanya berfungsi menghambat perkembangbiakan bakteri. Jika makanan dikeluarkan dari lemari pendingin dan tidak segera diolah, bakteri akan cepat berkembangbiak dan menimbulkan bahaya keracunan.

Untuk mencegah pencemaran silang, makanan mentah sebaiknya tidak diletakkan berdampingan dengan makanan mentah. Usahakan meletakkan makanan matang dirak paling atas. Jangan membiarkan tetesan air atau makanan menjatuhi makanan dibawahnya. Ceceran makanan pada rak mampu dinding lemari pendingin, bisa merupakan sumber pencemaran. Karenanya, lemari pendingin harus dibersihkan beberapa hari sekali jika tampak kotor. 

Makanan yang disajikan dalam kondisi dingin, seyogianya disajikan dalam tertutup maksudnya, agar tidak dihingapi lalat, yang mungkin meninggalkan kuman penyakit dari kaki atau sayapnya yang tertinggal pada makanan itu.

Pencemaran bahan kimia pun merupakan sumber keracunan makanan, misalnya pestisida. Ini dapat terjadi pada bahan makanan mentah yang memang disajikan dalam keadaan mentah, misalnya buah dan sayuran untuk lalapan. Kadang pula pencemaran terjadi pada makanan siap saji.

Untuk mencegah bahaya pencemaran oleh bakteri, telur cacing, bahkan pestisida, bahan makanan mentah yang hendak dikonsumsi tanpa dimasak lebih dulu, hendaklah dicuci bersih dengan air mengalir. Lebih-lebih kini ada kebiasaan salah pada sebagian petani sayuran, yang sengaja  menyemprotkan pestisida pada sayuran siap panen atau bahkan menjelang didistribusi agar tidak cepat membusuk.

Gejala keracunan makanan di antaranya, pusing kepala, mual sampai muntah-muntah, diare. Pada sebagian kasus, terutama karena infeksi bakteri Salmonella typhi atau Escherichia coli, disertai dengan demam. Gejala keracunan bisa pula muncul akibat racun yang dikeluarkan bakteri  Clostridium botulinum, Pseudomonas cocovenenans, atau Staphylococcus.

Dengan mewaspadai dapur dan peralatan yang digunakan untuk mengolah, menyimpan, dan menyajikan makanan, gejala keracunan makanan bisa dicegah. Artinya, kita terhindar dari keracunan yang berasal dari rumah tangga kita sendiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar