B
|
anyak
orang tua bertanya tentang manfaat vaksinasi. Soalnya, walaupun sudah divaksin,
mengapa anak sering jatuh sakit juga. Sesungguhnya vaksin itu hanya memberikan
perlindungan terhadap jenis vaksin yang disuntikkan. Misalnya, vaksin pertusis
memberikan perlindungan terhadap penyakit pertusis. Begitu pula vaksin polio.
Namun, kuat lemahnya perlindungan terhadap
penyakit juga ditentukan oleh berbagai faktor lain, seperti daya anti genitas
vaksin, keadaan sistem imunitas tubuh anak, faktor gizi, dll.
Begitu pula harus diperhatikan bagaimana cara
kuman menyerang tubuh kita. Dulu kita mengenal vaksin kolera yang ditujukan
untuk menangkal penyakit kolera (yang menimbulkan muntah berak). Vaksin
tersebut diberikan lewat suntikan dan menimbulkan kekebalan di dalam darah
kita. Padahal, kolera masuk ke tubuh melalui makanan dan minuman yang tercemar.
Di usus halus, kuman kolera berkembang biak dan menimbulkan penyakit. Tetapi
kuman tidak masuk ke darah. Jadi, kekebalan dalam darah tidak menimbulkan
kekebalan pada saluran usus yang menjadi pintu masuk kolera. Oleh karena itu
tidak dianjurkan lagi vaksinasi kolera.
Anak yang telah divaksinasi memang masih
mungkin terserang penyakit. Tetapi biasanya penyakit timbul dalam bentuk yang lebih
ringan dan berlangsung lebih singkat. Hal ini dapat terjadi karena antibodi
yang terbentuk dalam tubuh mempunyai waktu paruh. Jadi, dengan bertambahnya
waktu, terjadi proses penghancuran yang memperlemah daya tangkal antibodi.
Namun, secara keseluruhan pemberian vaksinasi
yang memadai memberikan proteksi dan menyebabkan anak terbebas dari penyakit.
Selain itu ada lagi keuntungan anak yang sudah divaksinasi. Jika suatu ketika
anak Anda sekolah di AS misalnya, orang tua tidak perlu memperlihatkan rapor, surat
pindah sekolah, ataupun akte kelahiran yang sudah diterjemahkan. Yang penting
justru surat keterangan sudah divaksinasi. Contohnya anak saya yang masih
kurang vaksin MMR (Mrobilli, Mumps, Rubella). Saya terpaksa mengeluarkan AS $ 65 per anak untuk
pemeriksaan pravaksinasi dan vaksinasinya sendiri. Padahal, kalau tidak
ceroboh, saya bisa minta divaksinasi di puskesmas di tanah air dan bayarnya pun
tak lebih dari Rp 500,-. □ (dr. D.Y. Riyanto, M.Sc.)intisari
Tidak ada komentar:
Posting Komentar