Minggu, 14 Desember 2014

MENGAPA HARUS VAKSINASI?



B
anyak orang tua bertanya tentang manfaat vaksinasi. Soalnya, walaupun sudah divaksin, mengapa anak sering jatuh sakit juga. Sesungguhnya vaksin itu hanya memberikan perlindungan terhadap jenis vaksin yang disuntikkan. Misalnya, vaksin pertusis memberikan perlindungan terhadap penyakit pertusis. Begitu pula vaksin polio.
Namun, kuat lemahnya perlindungan terhadap penyakit juga ditentukan oleh berbagai faktor lain, seperti daya anti genitas vaksin, keadaan sistem imunitas tubuh anak, faktor gizi, dll.
Begitu pula harus diperhatikan bagaimana cara kuman menyerang tubuh kita. Dulu kita mengenal vaksin kolera yang ditujukan untuk menangkal penyakit kolera (yang menimbulkan muntah berak). Vaksin tersebut diberikan lewat suntikan dan menimbulkan kekebalan di dalam darah kita. Padahal, kolera masuk ke tubuh melalui makanan dan minuman yang tercemar. Di usus halus, kuman kolera berkembang biak dan menimbulkan penyakit. Tetapi kuman tidak masuk ke darah. Jadi, kekebalan dalam darah tidak menimbulkan kekebalan pada saluran usus yang menjadi pintu masuk kolera. Oleh karena itu tidak dianjurkan lagi vaksinasi kolera.
Anak yang telah divaksinasi memang masih mungkin terserang penyakit. Tetapi biasanya penyakit timbul dalam bentuk yang lebih ringan dan berlangsung lebih singkat. Hal ini dapat terjadi karena antibodi yang terbentuk dalam tubuh mempunyai waktu paruh. Jadi, dengan bertambahnya waktu, terjadi proses penghancuran yang memperlemah daya tangkal antibodi.
Namun, secara keseluruhan pemberian vaksinasi yang memadai memberikan proteksi dan menyebabkan anak terbebas dari penyakit. Selain itu ada lagi keuntungan anak yang sudah divaksinasi. Jika suatu ketika anak Anda sekolah di AS misalnya, orang tua tidak perlu memperlihatkan rapor, surat pindah sekolah, ataupun akte kelahiran yang sudah diterjemahkan. Yang penting justru surat keterangan sudah divaksinasi. Contohnya anak saya yang masih kurang vaksin MMR (Mrobilli, Mumps, Rubella). Saya terpaksa mengeluarkan AS $ 65 per anak untuk pemeriksaan pravaksinasi dan vaksinasinya sendiri. Padahal, kalau tidak ceroboh, saya bisa minta divaksinasi di puskesmas di tanah air dan bayarnya pun tak lebih dari Rp 500,-.   (dr. D.Y. Riyanto, M.Sc.)intisari

Tidak ada komentar:

Posting Komentar