Minggu, 14 Desember 2014

KALSIUM MENCEGAH SEGALA DERITA



Kalsium (Ca) tak Cuma membantu pertumbuhan tulang dan gigi. Penelitian mutakhir membuktikan, khasiat Ca mencegah banyak derita. Misalnya, pertambahan konsumsi kalsium dapat membantu mengendalikan tekanan darah tanpa perlu obat-obatan anti-hypertensive.
Kalsium mampu pula mencegah tekanan darah tinggi. Penyigian sepanjang 13 tahun oleh James H. Dwyer, profesor di University of Southern California School of Medicine, bersama U.S. National center of Health Statistics, menghasilkan temuan bahwa orang yang mengomsumsi kalsium 1.300 mg saban harinya terlihat berpeluang 12% lebih kecil terkena hipertensi ketimbang mereka yang tubuhnya hanya kemasukan 300 mg sehari. Malahan bagi mereka yang berada di bawah usia 40 tahunan, resiko itu bisa ditekan hingga 25%!
Beberapa kajian juga mengungkap, kalsium tampaknya ampuh pula memagari jantung dari bahaya. Caranya? Lewat kesaktiannya menurunkan kolesterol darah. Dalam suatu percobaan yang dipimpin Dr. Margo A. Denke, profesor di Center for Human Nutrition, University of Texas South Western Medical Center, 13 pria yang kadar kolestrolnya cukup tinggi diberi diet rendah kalsium (tepatnya 410 mg/hari) selama 10 hari. Lalu kadar kolestrol mereka dicek. Selama 10 hari berikutnya para laki-laki itu disuguhi diet 2.200 mg kalsium saban harinya. Hasilnya, kelompok yang dimanja Ca kadar kolestrol totalnya anjlok 6%. Kolestrol “jahat” pun, yaitu LDL berhasil dipasansg 11%. Kadar baiknya, kadar kolestrol  “baik” tetap sama.
Psikolog James G. Penland dari Dapertemen Pertanian Humam Nutrition Research Center mengamati 10 wanita yang mengaku selalu dibayangi gejala pramenstruasi dan menstruasi yang payah. Kepada mereka kemudian diajurkan berdiet kalsium bertakaran 600 mg/hari. Setelah itu diminta 1.300 mg. Ternyata, tatkala mengikuti diet kaya kalsium, 70% merasakan rasa nyeri kram selama fase menstruasi juga menyusut. Lalu 90% mengaku mengalami hari-hari berat menjadi lebih “ringan”.
Khasiat Ca yang sudah banyak diketahui orang adalah meredam  kerapuhan tulang. Ini terutama berlaku bila kalsium dikonsumsi berbarengan dengan vitamin D vitamin yang dapat merangsang kamampuan tubuh menyerap mineral itu.
Lebih baik lagi jika penambahan kalsium dijadikan kebiasaan semenjak awal seseorang menginjak dewasa. Ini menurut Dr. Robert P. Heaney, seorang profesor kedokteran di AS.
Problemanya kemudian,berapa takaran kalsium yang dianggap cukup bagi tubuh? Secara singkat, anak-anak di bawah enam bulan sebaiknya mendapatkan 400 mg. Lalu 600 mg bagi yang berusia antara enam bulan dan satu tahun.
Berikutnya, bagi anak berumur 1-10 tahun dan pria – wanita diatas 25 tahun, 800 mg sebetulnya sudah cukup. Sedangkan buat mereka yang masih dalam rentang usia 11 – 24 tahun diajurkan 1.200 mg.
Namun, kalau ingin “aman”, 1.000 mg bagi kaum hawa berusia 25 – 50 serta bagi pria umur 25 – 65 tahun. Pada usia 11 – 24 tahun diperlukan 1.200 – 1.500 mg lantaran sedang masanya membutuhkan ,begitu juga dosis bagi kaum ibu yang sedang hamil dan menyusui. Sedangkan wanita berumur 51 – 65 tahun dan lansia diatas 65 tahun, perlu 1.500 mg Ca.
Yang tak boleh dilupakan, wanita yang tengah hamil membutuhkan kalsium ekstra demi sempurnanya pertumbuhan tulang bayi dalam kandungan. Sekaligus menghindari dari penyakit tekanan darah tinggi terkait kehamilan yang kadang bisa mengundang kelahiran premature atau bayi dengan bobot  mineral ini.
Para lansia pun membutuhkan ekstra kalsium untuk mengompensasi penurunan kemampuan tubuh dalam menyerap mineral ini.
Salah satu sumber kalsium terbaik adalah produk-produk susu. Secangkir susu skim, misalnya setara kalsium 96,3 mg. Yoghurt nonfat 232 g mengandung 96 mg Ca. Sumber lainnya, tahu, ikan salem kalengan, kubis, sarden (29 g berisi 29 mg Ca), brokoli.
Persoalannya, sering pencukupan kalsium tidak berhasil bila mengandalkan menu sehari-hari. Apalagi bila tak suka atau malah alergi susu, umpamanya. Jalan keluarnya adalah membeli produk yang terperkaya kalsium (calcium enriched) seperti sereal, jus, atau roti. Juga suplemen.
Khusus mengenai suplemen, yang direkomendasikan adalah kelompok yang mengandung kalsium karbonat, kalsium sitrat, kalsium meleat, atau kalsium laktat (kalsium susu). “Menelan suplemen kalsium  500 – 1.000 mg boleh dibilang identik dengan asuransi kesehatan,” begitu pernah dianjurkan Dr, David McCarron dari Oregon Health Sciences University. Lebih-lebih, pesannya, bagi ibu hamil dan mereka yang merasa senja usia.(dari INTISARI)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar