JAGALAH KADAR
KOLESTROL DAN TRIGLISERIDA ANDA
Dalam tubuh manusia terdapat berbagai macam zat
yang dibutuhkan seperti karbohidrat, protein, dan beberapa jenis lipid
(lemak). Lemak yang ada dalam sel darah kita terdiri atas beberapa jenis yakni
kolestrol, trigliserida, asam lemak dan fosfolipit. Lemak ini berfungsi sebagai
sumber energi, pelingdung badan serta pembentuka sel. Selain dari makanan baik
nabati maupun hewani, lemak bisa juga diperoleh dari tubuh kita sendiri.
Karena, lemak dalam darah bisa diproduksi oleh hati dengan mengambil bahan baku
asam lemak tubuh.
Meskipun amat berfaedah bagi kelangsungan
hidup, kita harus senantiasa menjaga porsi kadar lemak. Dalam keadaan hiperlipidemia
(kadar lemak sudah melampaui batas), hal-hal yang tidak diinginkan bisa timbul
seperti gangguan pankreas dan serangan jantung. Menurut penelitian, peningkatan
kadar trigliserida pada kaum wanita merupakan faktor risiko penyakit jantung
koroner. Sementara pada kaum pria akan jadi faktor risiko kalau yang
bersangkutan berumur di atas 50 tahun.
Bila kadar trigliserida antara 250 – 500 mg%
disertai dengan meningkatnya kadar kolestrol LDL (low density cholesterol)
alias “kolesterol jahat” di atas 130% atau menurunnya kadar HDL (high
density cholesterol) terlalu rendah, di bawah 40% dapat mengganggu fungsi
jantung. Dalam kondisi seperti itu akan terjadi penyempitan pembuluh darah atau
aterosklerosis. Padahal darah pada pembuluh arteri ini akan menyuplai oksigen
ke organ-organ vital seperti ginjal, liver. Pada penderita penyakit jantung,
tumpukan lemak ini akan menyumbat bagian dalam dinding arteri. Ibarat karat
menyumbat pipa tua, arteri yang terkena penyakit ini berangsur-angsur akan
menyempit. Bila arteri seluruhnya tersumbat, pasokan darah ke jantung akan
terputus juga. Akibatnya fatal. Lain halnya bila kadar HDL yang tinggi. Itu
malah bagus, karena bisa berfungsi sebagai penghancur LDL.
Dari uraian di atas tampak bahwa peningkatan
kadar kolestrol LDL dan trigliserida disertai penurunan kolesterol HDL
merupakan tiga serangkai (triad) yang saat ini amat mempengaruhi proses
terjadinya serangan jantung koroner.
Menurut para ahli penyakit jantung, kadar
kolestrol yang bagus adaslah di bawah 200 mg%. Kadar antara 200 – 239 mg%
berarti “lampu kuning” sehingga kita harus waspada. Selanjutnya, bila di atau
240 mg% sebaiknya ekstra hati-hati.
Oleh karena itu peningkatan kadar lipid atau
kolesterol dalam darah belakangan menjadi perhatian masyarakat luas terutama
dari kalangan eksekutif. Meski sesungguhnya masih banyak faktor lain yang harus
diperhatikan seperti kebiasaan merokok, hipertensi, stress dan lain-lainnya.
Berubahnya pola hidup sebagian kelompok
masyarakat kita rupanya merupakan salah faktor penting. Pola dan menu makan
masyarakat di kota besar cenderung bergeser dari kota tradisional yang banyak
mengandung sayuran ke pola makan yang komposisinya terlalu banyak lemak,
daging, gula, garam tapi amat miskin serat.
Padahal sebenarnya cukup mudah untuk mengurangi
atau menurunkan kadar kolesterol. Diantaranya dengan mengurangi makanan
berlemak dan menambah santapan sayur, buah segar serta biji-bijian. Ingat,
daging sapi dan kambing, telur, serta produk yang terbuat dari susu semuanya
banyak mengandung lemak jenuh. Begitu pula minyak tropis seperti minyak kelapa
yang banyak digunakan dalam masakan Indonesia juga sangat banyak mengandung
lemak jenuh. Oleh karena itu sebaiknya pilihlah makanan yang sehat serta
gunakanlah minyak dan margarin yang mengandung lemak tak jenuh ganda. ***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar