BAN MINI RESIKO TINGGI
Saat
berkendara, keselamatan di jalan raya merupakan hal yang harus diutamakan.
Minimnya pengetahuan tersebut, bahkan tanpa disadari ada sebagian masyarakat
yang mengabaikannya. Bahkan, karena mengikuti trend semata, mereka salah kaprah
ketika mendadani motornya. Salah satu pengabaian keselamatan di jalan raya itu
terletak pada bagian roda.
Saat
ini, fenomena penggunaan ban kecil atau ada yang menyebutnya ban cacing, kini
mulai marak di kalangan anak muda. Trend ini mulai digandrungi penggemar motor,
terutama para remaja sekitar dua hingga tiga tahun terakhir. Mereka mengganti
ukuran velg dan ban menjadi lebih kecil. Sehingga tampang, antara body motor
dngan roda sangat kontras. Beban motor yang seharusnya ditopang denegan roda
yang sesuai ukuran standar, malah diganti dengan ukuran yang lebih kecil.
Padahal, fungsi velg dan ban, yang merupakan bagian utama roda sangat vital
karena jika ban sudah diganti ukuran kecil, tentu tidak sesuai dngan standar
keselamatan dari produsen motor.
Kondisi
itu tentu sangat mempengaruhi kelayakan jalan motor tersebut. Maka dari itu,
penindaka polisi dalam meminimalisir penggunaan ban kecil ini sering kali
dilakukan dalam sebah operasi. Meski banyak penilangan dan ban harus diganti
dengan ban standar ketika proses pengambilan motor, nampaknya penggemar ban
kecil ini tidak jera. Dalam beberapa operasi di jalan, masih banyak dijumpai
motor yang menggunakan ban kecil ini. Padahal, ban kecil ini sudah tidak sesuai
dengan standar keselamatan di jalan raya. Trend ini diperkirakan muncul akibat
terinspirasi oleh penggunaan ban kecil dalam drag race, namun penggunanya yang
salah kaprah.
Perlu
diketahui, velg merupakan bagian penting dalam mobilitas motor. Selain itu,
sesuai peruntukan motor dikenal ada beberapa jenis velg. Sebab jika motor hanya
digunakan untuk keperluan sehari-hari, tentunya velg yang pas juga berbeda
dengan motor yang digunakan dalam balapan maupun kontes modifikasi. Nah, sesuai
dengan peruntukannya, seharusnya pemilik motor bisa menyesuaikan diri dengan
tidak mencampur aduk dalam penggunaannya.
Selama
ini di pasaran, masyarakat mengenal setidaknya ada tiga jenis velg. Yakni solid
wheel, masyarakat mengenalnya sebagai velg bintang atau palang, yang biasanya
terbuat dari aluminium. Dan spoke wheel atau velg jari-jari. Jenis ini velg
jari-jari ini lebih dulu muncul di pasaran, dibandingkan dengan velg bintang.
Selain itu, ada juga velg khusus yang sering digunakan dalam balapan. “Velg ini
cocok untuk balapan karena lebih ringan. Namun harganya juga lebih mahal,” ujar
Prasetiono, 35 seorang penggemar motor. (ynu,jawa pos)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar