Jumat, 12 Desember 2014

BAN MINI RESIKO TINGGI


Saat berkendara, keselamatan di jalan raya merupakan hal yang harus diutamakan. Minimnya pengetahuan tersebut, bahkan tanpa disadari ada sebagian masyarakat yang mengabaikannya. Bahkan, karena mengikuti trend semata, mereka salah kaprah ketika mendadani motornya. Salah satu pengabaian keselamatan di jalan raya itu terletak pada bagian roda.

Saat ini, fenomena penggunaan ban kecil atau ada yang menyebutnya ban cacing, kini mulai marak di kalangan anak muda. Trend ini mulai digandrungi penggemar motor, terutama para remaja sekitar dua hingga tiga tahun terakhir. Mereka mengganti ukuran velg dan ban menjadi lebih kecil. Sehingga tampang, antara body motor dngan roda sangat kontras. Beban motor yang seharusnya ditopang denegan roda yang sesuai ukuran standar, malah diganti dengan ukuran yang lebih kecil. Padahal, fungsi velg dan ban, yang merupakan bagian utama roda sangat vital karena jika ban sudah diganti ukuran kecil, tentu tidak sesuai dngan standar keselamatan dari produsen motor.

Kondisi itu tentu sangat mempengaruhi kelayakan jalan motor tersebut. Maka dari itu, penindaka polisi dalam meminimalisir penggunaan ban kecil ini sering kali dilakukan dalam sebah operasi. Meski banyak penilangan dan ban harus diganti dengan ban standar ketika proses pengambilan motor, nampaknya penggemar ban kecil ini tidak jera. Dalam beberapa operasi di jalan, masih banyak dijumpai motor yang menggunakan ban kecil ini. Padahal, ban kecil ini sudah tidak sesuai dengan standar keselamatan di jalan raya. Trend ini diperkirakan muncul akibat terinspirasi oleh penggunaan ban kecil dalam drag race, namun penggunanya yang salah kaprah.

Perlu diketahui, velg merupakan bagian penting dalam mobilitas motor. Selain itu, sesuai peruntukan motor dikenal ada beberapa jenis velg. Sebab jika motor hanya digunakan untuk keperluan sehari-hari, tentunya velg yang pas juga berbeda dengan motor yang digunakan dalam balapan maupun kontes modifikasi. Nah, sesuai dengan peruntukannya, seharusnya pemilik motor bisa menyesuaikan diri dengan tidak mencampur aduk dalam penggunaannya.

Selama ini di pasaran, masyarakat mengenal setidaknya ada tiga jenis velg. Yakni solid wheel, masyarakat mengenalnya sebagai velg bintang atau palang, yang biasanya terbuat dari aluminium. Dan spoke wheel atau velg jari-jari. Jenis ini velg jari-jari ini lebih dulu muncul di pasaran, dibandingkan dengan velg bintang. Selain itu, ada juga velg khusus yang sering digunakan dalam balapan. “Velg ini cocok untuk balapan karena lebih ringan. Namun harganya juga lebih mahal,” ujar Prasetiono, 35 seorang penggemar motor. (ynu,jawa pos)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar